Sabtu, 27 Maret 2010

SITEM GERAK MANUSIA

Para insinyur telah mendesain berbagai objek yang kita kagumi, baik mesinmesin pabrik ataupun alat-alat berguna. Semua itu sebenarnya mencontoh konstruksi rangka dari tubuh kita. Dalam tubuh ada 206 tulang, lalu bagaimana konstruksinya?

Gerakan tubuh dimungkinkan karena adanya kerjasama antara tulang dan otot. Tulang tidak dapat berfungsi sebagai alat gerak bila tidak digerakkan oleh otot. Otot dapat menggerakkan tulang karena dapat berkontraksi. Otot disebut alat gerak aktif sedangkan tulang disebut alat gerak pasif.


Tulang-tulang di dalam tubuh manusia membentuk rangka. Fungsi rangka:

1. Memberi bentuk pada tubuh.

2. Sebagai alat gerak pasif.

3. Melindungi alat-alat tubuh dalam yang lemah.

4. Sebagai tempat melekatnya otototot rangka.

5. Menunjang tegaknya tubuh.

6. Tempat pembentukan sel-sel darah.

7. Sebagai tempat penimbunan mineral.

1. Tengkorak

Tengkorak terbentuk dari tempurung otak (kranium) dan bagian wajah.

a. Kranium

Fungsi untuk melindungi otak. Terdiri dari tulang-tulang:

1) Tulang dahi (os frontal), 2 tulang ubun-ubun (os parietal), 2 tulang kepala belakang (os occipetal). 2) Tulang baji (os sphenoidal), 2 tulang tapis (os ethmoidal), 2 tulang pelipis (os temporal).

b. Bagian wajah

Bagian wajah disusun oleh tulang-tulang : 2 tulang rahang atas (os maxillare), 2 tulang rahang bawah (os mandibulare), 2 tulang pipi (os zigomaticum), 2 tulang langit-langit (os pallatum), 2 tulang hidung (os nasale), 2 tulang air mata (os lacrimale), 2 tulang mata bajak (os vomer), 1 tulang lidah (os hyoideus).

2. Tulang Badan

Tulang badan terdiri atas tulang belakang, tulang dada, tulang rusuk, tulang bahu, tulang panggul.

a. Tulang belakang

Fungsi: menyangga tengkorak, tempat perlekatan tulang-tulang rusuk. Ruas-ruas tulang belakang terdiri atas 33 buah ruas tulang yang terbagi menjadi beberapa bagian, yakni 7 ruas-ruas tulang leher (servical), 12 tulang punggung (thoracales), 5 ruas tulang pinggang (lumbales), 5 ruas tulang kelangkang (os sakrum), pada 7 ruas tulang leher, ruas teratas atau pertama adalah tulang atlas, yang menghubungkan tulang belakang dengan tulang tengkorak. Tulang

punggung terdiri atas 12 ruas, pada sisi kiri dan kanannya melekat tulang-tulang rusuk.

b. Tulang dada

Tulang dada beserta tulang rusuk dan tulang punggung membentuk dinding kuat yang melindungi alat tubuh penting yang terdapat dalam rongga dada, seperti jantung dan paru-paru. Tulang dada terdiri atas bagian hulu (manubrium sterni), bagian badan (corvus sterni) dan taju pedang (processus xyphiodeus).

c. Tulang rusuk

Tulang rusuk terdiri atas 12 pasang. Ujung belakangnya melekat pada ruas-ruas tulang belakang. Tulang rusuk dapat dibedakan menjadi 3 macam:

1) Tulang rusuk sejati (7 pasang). Ujung belakangnya melekat pada ruasruas tulang panggung, ujung depan melekat pada tulang dada.

2) Tulang rusuk palsu (3 pasang). Ujung belakang melekat pada tulang rusuk di atasnya.

3) Tulang rusuk melayang (2 pasang). Ujung belakang melekat pada ruas-ruas tulang belakang, sedangkan ujung depannya tidak melekat pada tulang manapun.

d. Gelang bahu

Tulang gelang bahu terdiri dari: 2 tulang belikat (scapula) dan 2 tulang selangka (clavicula).

e. Gelang panggul

Tulang gelang panggul terdiri dari 2 tulang usus (os ilium), 2 tulang duduk (os ichium), 2 tulang kemaluan (os pubis).

3. Tulang Anggota Gerak

Tulang anggota gerak terdiri dari 2 kelompok, yaitu tulang anggota atas (lengan), dan tulang anggota bawah (tungkai).

Lengan terdiri atas: 2 tulang lengan atas (humerus), 2 tulang pengumpil (ulna), 2 batang hasta (radius), 16 tulang pergelangan tangan (os carpal), 10 tulang telapak tangan (os metacarpal), 28 ruas tulang jari tangan (phalanges), ibu jari 12 ruas.

Tungkai terdiri atas: 2 tulang paha (femur), 2 tulang tempurung lutut (patella), 2 tulang kering (tibia), 2 tulang betis (fibula), 14 tulang pergelangan kaki (tarsal), 10 tulang telapak kaki (metatarsal), 28 ruas tulang jari kaki (phalanges).

Tulang

Bentuk Tulang

1. Tulang pipa (tulang panjang). Contoh: tulang paha, tulang betis

2. Tulang pendek. Contoh: tulang telapak tangan

3. Tulang pipih. Contoh: tulang belikat, tulang rusuk

Macam-Macam Tulang:

1. Berdasarkan jenisnya, tulang dibedakan menjadi: tulang rawan (kartilago) dan tulang keras.

2. Berdasarkan struktur tulangnya, tulang dapat dibedakan menjadi: tulang kompak dan tulang spons.

3. Berdasarkan bentuknya, tulang dibedakan menjadi: tulang pipa, tulang pipih, tulang pendek.

1. Tulang Keras atau Tulang Sejati (Osteon)

Tulang merupakan jaringan pengikat yang tersusun oleh sel tulang (osteoblas) yang menghasilkan matriks yang mengandung endapan zat kapur, sehingga matriksnya menjadi lebih keras dibanding dengan tulang rawan. Berdasarkan matriksnya, tulang keras dapat dibedakan menjadi 2 macam, yaitu tulang kompak dan tulang spons.

a. Tulang kompak: Matriks tersusun rapat dan padat, mengandung senyawa kapur dan fosfat. Pada tulang ini sel-sel tulang tersusun membentuk suatu sistem yang disebut sistem Havers. Di bagian tengah tulang terdapat saluran yang berisi pembuluh darah, pembuluh limfe, dan saraf, dan di sekeliling saluran terdapat lapisan sel tulang yang tersusun konsentris

b. Tulang spons: Matriks berongga tersusun atas anyaman trabeculae (semacam pecahan genting) yang pipih dan mengandung serabut kolagen. Ronggarongga yang ada pada tulang spons diisi oleh jaringan.

2. Tulang Rawan (Kartilago)

Sel tulang rawan disebut kondrosit, yang dibentuk oleh kondroblas. Kartilago dapat dibedakan menjadi 3, yaitu:

a. Kartilago hialin: matriks transparan, serabut kolagen, bersifat lentur. Contoh: pada permukaan persendian, laring, trakea, bronki, rangka janin, ujung tulang rusuk.

b. Kartilago elastis: matriks kekuningan, serabut elastis kuning bersifat elastis. Contoh: pada daun telinga membran niktitans, saluran eustachius, epiglotis dan faring.

c. Kartilago fibrosa: matriks keruh dan gelap, serabut kolagen putih bersifat kokoh dan kuat. Contoh: pada tempat pertautan tendon atau ligamentum pada tulang dekat permukaan persendian, tulang di antara tulang kemaluan, dan di antara tulang belakang.

Proses Penulangan (Osifikasi)

Rangka pada manusia mulai terbentuk lengkap pada akhir bulan kedua, atau awal bulan ketiga dari kehamilan. Semua rangka tersebut masih dalam bentuk kartilago. Rangka ini berasal dari jaringan ikat embrional atau mesenkim. Setelah kartilago terbentuk, rongga yang ada di tengahnya akan segera berisi sel-sel pembentuk tulang atau osteoblast. Sel-sel ini juga menempati jaringan pengikat di sekeliling rongga. Sel-sel tulang terbentuk secara konsentris, artinya pembentukannya bermula dari arah dalam terus keluar mengelilingi pusat. Setiap satuan sel-sel tulang akan melingkari suatu pembuluh darah dan serabut saraf, membentuk satu sistem yang disebut sistem Havers. Di antara sel-sel tulang terdapat zat sela atau matriks yang tersusun atas senyawa protein. Pembuluh darah dari sistem Havers ini bercabang-cabang menuju ke matriks, mengangkut zat fosfor, dan pengerasan tulang ini dinamakan osifikasi atau penulangan. Bila matriks tulang berongga, maka akan membentuk tulang spons. Bila matriksnya padat dan rapat, maka akan terbentuk tulang kompak atau tulang keras.

Bagian-Bagian Tulang Pipa

1. Epifise: bagian ujung tulang yang terdiri atas tulang rawan.

2. Diafise: bagian tengah yang memanjang dan di pusatnya terdapat rongga berisi sumsum tulang. Rongga ini terbentuk karena aktivitas osteoblas atau perombak sel-sel tulang.

3. Cakraepifise: bagian sempit di antara epifise dan diafise. Bagian ini terdiri atas tulang rawan yang kaya osteoblas. Pada orang dewasa yang tidak tumbuh meninggi lagi, bagian ini sudah menulang semua.

Hubungan Antartulang (Artikulasi)

Hubungan antara dua tulang dapat dibedakan atas 3 bentuk, yaitu:

1. Diartrosis

Hubungan 2 tulang yang memungkinkan terjadinya banyak gerak, dinamakan diartrosis. Berdasarkan tipe gerakannya, persendian diartrosis dapat dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu:

a. Sendi peluru, persendian yang memungkinkan gerak paling bebas dibanding sendi yang lain, bergerak ke segala arah, ujung tulang yang satu berbentuk bongkol, ujung tulang yang lain berbentuk cekungan. Contoh: 1) Sendi antara tulang lengan atas dengan tulang belikat. 2) Tulang paha dengan tulang pinggul.

b. Sendi luncur, persendian yang memungkinkan gerakan menggeliat, membungkuk, dan menengadah. Contoh: hubungan antara ruas-ruas tulang belakang.

c. Sendi pelana, persendian yang gerakannya dua arah seperti orang naik kuda di atas pelana. Contoh: gerak pada ibu jari, antara metacarpal dan carpal.

d. Sendi engsel, persendian yang gerakannya satu arah seperti engsel pintu. Contoh: siku, lutut, mata kaki, ruas-ruas jari.

e. Sendi putar, persendian yang menimbulkan gerakan memutar (rotasi)

tulang yang satu mengitari tulang yang lain.

Contoh:

1) Hubungan antara tulang hasta dan pengumpil.

2) Antara tulang atlas dan tulang pemutar.

3) Pada pergelangan tangan.

4) Pergelangan kaki.

f. Sendi geser atau sendi kejut, persendian yang gerakannya menggeser. Contoh: hubungan antartulang pergelangan tangan.

2. Amfiartrosis

Hubungan tulang yang masih memungkinkan adanya sedikit gerakan kedua ujung tulang yang dihubungkan oleh tulang rawan dinamakan amfiartrosis. Contoh: hubungan antara ruas-ruas tulang belakang, dan hubungan antara tulang belakang dengan tulang iga.

3. Sinartrosis

Suatu sistem persendian pada tulang yang tidak dapat digerakkan, seperti terjadi pada persambungan tulang-tulang tengkorak dinamakan sinartrosis. Berdasarkan komponen penghubungnya, sinartrosis dibedakan menjadi dua, yaitu:

a. Sinartrosis sintibrosis, bila komponen penghubungnya berupa serabut-serabut jaringan ikat. Contoh: hubungan antartulang tengkorak.

b. Sinartrosis sinkondrosis, bila komponen penghubungnya berupa tulang rawan. Contoh: hubungan antarruas-ruas tulang belakang. Latihan berikut akan menumbuhkan rasa ingin tahu dan mengembangkan kecakapan personal dan akademik kalian.

B. Otot

Otot merupakan alat gerak aktif. Otot dapat bergerak karena adanya sel otot. Otot bekerja dengan cara berkontraksi dan relaksasi.

1. Macam-macam Otot

a. Otot polos, bentuk seperti perahu, terletak pada organ dalam, nucleus satu di tengah, gerakannya lambat, tidak cepat, mudah lelah, tidak sadar tanpa perintah otak.

b. Otot lurik, bentuk silindris dengan garis gelap terang, melekat pada rangka, nukleus banyak di tepi, bekerja secara sadar atas perintah otak, cepat mudah lelah.

c. Otot jantung, bentuk silindris, mempunyai percabangan yang disebut sinsitium, terletak pada jantung, nukleus satu di tengah, bekerja tidak sadar tanpa perintah otak, tidak cepat mudah lela

h.

2. Fungsi Otot

a. Melaksanakan kerja, misalnya: berjalan, memegang, mengangkat (otot lurik).

b. Mengalirkan darah, mengedarkan sari makanan dan oksigen (otot polos).

c. Menggerakkan jantung (otot jantung).

3. Karakteristik Otot

a. Kontraksibilitas, yaitu kemampuan otot untuk memendek (berkontraksi).

b. Ekstensibilitas, yaitu kemampuan otot untuk memanjang (berelaksasi).

c. Elastisitas, yaitu kemampuan otot untuk dapat kembali pada ukuran semula setelah memendek atau memanjang.

4. Jenis Gerak Otot

a. Antagonis (berlawanan)

Contoh: biseps dan triseps pada otot lengan atas. Arah gerak otot antagonis

1) Ekstensor - fleksor : meluruskan - membengkokkan

2) Abduktor - adduktor : menjauhkan - mendekatkan

3) Depressor - elevator : ke bawah - ke atas

4) Supinator - pronator : menengadah - menelungkup

b. Sinergis (bersamaan)

Contoh: otot pronator teres dan pronator kuadratus pada lengan bawah.

5. Macam-Macam Gerakan Otot

a. Fleksi: gerakan membengkokkan, misalnya membengkokkan pada siku, lutut, jari.

b. Ekstensi: gerak meluruskan, misalnya meluruskan siku, lutut, dan ruas jari.

c. Abduksi: gerak menjauhkan misalnya gerak tungkai menjauhkan dari sumbu tubuh.

d. Adduksi: gerak mendekatkan dengan sumbu tubuh, misalnya gerak mendekatkan tungkai dengan sumbu tubuh.

e. Pronasi: gerak memutar lengan sehingga telapak tangan menelungkup.

f. Supinasi: gerak memutar lengan sehingga tangan menengadah.

g. Depresi: gerak menekan ke bawah atau menurunkan.

h. Elevasi: gerak mengangkat ke atas.

6. Kelelahan Otot

Kelelahan otot dapat diakibatkan karena:

a. Habisnya bahan atau zat sebagai sumber energi untuk kontraksi otot

seperti glikogen dan sejenisnya.

b. Akumulasi hasil metabolisme karena kontraksi otot, seperti asam laktat.

C. Kelainan dan Gangguan pada Gerak

1. Gangguan pada Rangka

Gangguan pada rangka dapat disebabkan oleh gangguan pada tulang, persendian, kekurangan gizi, ataupun oleh penyakit.

a. Gangguan tulang

Fraktura, yaitu tulang retak atau patah. Macamnya:

1) Fraktura sederhana: jika tulang yang retak tidak sampai melukai organ lain di sekitarnya, misalnya organ otot.

2) Fraktura kompleks atau fraktura majemuk: jika tulang yang patah menyebabkan otot dan kulit terluka, bahkan ujung yang patah bisa mencuat keluar.

3) Fraktura greenstick: jika retak atau patah tulang tidak sampai memisahkan tulang menjadi dua bagian.

4) Fraktura comminuted atau remuk: jika tulang retak menjadi beberapa bagian tetapi masih tetap tertahan di dalam otot.

b. Persendian

1) Dislokasi: gangguan pergeseran sendi dari kedudukan semula karena tulang ligamennya tertarik atau sobek.

2) Terkilir atau keseleo: tertariknya ligamen sendi yang disebabkan oleh gerakan yang tiba-tiba atau tidak bisa dilakukan, menimbulkan rasa sakit.

3) Ankilosis: persendian tidak dapat digerakkan lagi karena tulangnya menyatu.

4) Artritis atau infeksi sendi: gangguan sendi yang ditandai terjadinya peradangan sendi yang disertai timbulnya rasa sakit dan kadang-kadang tulang sendi mengalami perubahan.

Macam Artritis:

a) Artritis eksudatif: radang getah dalam sendi.

b) Artritis sika: kekurangan cairan sinovial.

c) Gout artritis: gangguan gerak karena kegagalan metabolisme asam urat. Asam urat yang berlebihan akan diangkut oleh darah dan disimpan di dalam sendi kecil, seperti sendi ruas jari-jari. Tanda sendi yang mengalami kelebihan asam urat adalah membesarkan sendi.

d) Rheumatik: penyakit kronis pada sendi sehingga sendi membengkak.

e) Osteoartritis: kemunduran sendi karena kartilago menipis dan

degenerasi sehingga merangsang pembentukan tulang pada sendi.

c. Gangguan pada ruas-ruas tulang belakang

1) Skoliosis: tulang belakang bengkok ke samping.

2) Kifosis: tulang belakang bengkok ke belakang.

3) Lordosis: tulang belakang bengkok ke depan.

Hal tersebut akibat kebiasaan sikap tubuh yang salah. Di samping ketiga jenis gangguan tersebut ada satu lagi gangguan yang disebut subluksasi, yaitu gangguan ruas tulang leher yang disebabkan oleh kecelakaan ataupun gerakan tiba-tiba yang melebihi batas, akibatnya posisi kepala mengalami perubahan ke arah lain atau ke arah kanan.

d. Defisiensi dan gangguan fisiologi

1) Rakitis: tulang kaki membengkok seperti huruf X atau O. Disebabkan karena kekurangan vitamin D.

2) Mikrosefalus: ukuran kepala lebih kecil dibanding ukuran normal. Disebabkan kekurangan zat kapur saat pembentukan tulang-tulang tengkorak masa bayi.

3) Osteoporosis: tulang-tulang kurang keras sehingga tulang manusia menjadi rapuh dan mudah patah disebabkan kekurangan hormone estrogen pada masa menopause.

4) Kelainan lainnya antara lain karena penyakit TBC tulang, tumor yang mempengaruhi tekanan fisik dan fisiologik tulang serta peradangan pada jaringan pengikat dan tendon.

2. Gangguan pada Otot

a. Atrofi

Yaitu keadaan di mana otot mengecil sehingga menghilangkan kemampuannya untuk berkontraksi. Atrofi dapat terjadi karena penyakit poliomielitis dan keadaan tertentu misalnya sakit, sehingga seseorang harus istirahat di tempat tidur dalam jangka waktu lama. Poliomielitis adalah penyakit karena virus yang merusakkan saraf yang mengkoordinasi otot ke anggota gerak bawah.

b. Hipertrofi

Yaitu keadaan otot menjadi lebih besar dan kuat karena sering dilatih secara berlebih.

c. Kejang otot

Yaitu gangguan otot yang terjadi karena melakukan aktivitas terus menerus yang pada suatu ketika tak mampu lagi melakukan kontraksi alias kejang, karena telah kehabisan energi atau sering dikenal dengan kram.

d. Kaku leher atau stiff Yaitu keadaan leher terasa kaku dan sakit jika digerakkan.

e. Tetanus

Yaitu kejang otot yang disebabkan oleh toksin yang dihasilkan oleh baksil tetanus.

f. Miastema gravis

Yaitu keadaan di mana otot berangsur-angsur menjadi lemah dan menyebabkan kelumpuhan.

Minggu, 07 Maret 2010

Menebak Letak Uang Dengan Ruang Sampel



Sebenarnya ini adalh permainan yang tergolong lama sekali.tapi saya coba untuk diikutkan.siapa tahu trick ini akan berkembang menjadi sebuah trick yang dapat menghibur orang lain.

Effect : menebak uang yang disembunyikan .

Permainan :

mintalah tiga orang sukarela maju ke depan misal yang maju adi, budi dan tuti.
Perhatikan apa yang saya pegang. (saya mengeluarkan uang 5000 rupiah, 10000 rupiah dan 20000 rupiah) Uang ini akan menjadi hadiah untuk kalian semua asal ketiga anak ini mampu mengelabui saya dengan baik, tetapi bila saya bisa menebak dengan benar maka uangnya harus dikembalikan. Tolong masing-masing dari tiga orang yang di depan ini menyembunyikan satu lembar uang,
gunakan strategi yang baik supaya saya tidak bisa menebak. Selama kalian memilih uang saya akan menutup mata

Kalo sudah ini ada 24 butir kelereng Silahkan kamu ambil sebutir kelereng ini Adi! Dan budi, silahkan kamu ambil dua butir kelereng ini! Untuk tuti, silahkan kamu ambil tiga butir kelereng ini.
Selanjutnya sisa kelereng saya letakkan di meja dan kamu masing-masing saya minta ambil beberapa butir lagi .tapi prosedurnya untuk pengambilan begini :


-Yang merasa menyembunyikan uang 5000 silahkan mengambil kelereng sama banyak dengan kelereng yang telah diambil tadi,
-Yang merasa menyembunyikan uang 10000 silahkan mengambil kelereng dua kali dari banyak kelereng yang telah diambil tadi,
-Yang merasa menyembunyikan uang 20000 silahkan mengambil kelereng empat kali dari banyak kelereng yang telah di ambil tadi,
Paham?
Saya akan menutup mata lagi. Jika sudah sembunyikan kelereng masing2 sisanya biarkan di meja

Rahasia :

misal sisa 3 kelereng
-uang 5000 ada pada Adi.
-uang 10000 ada pada tuti.
- 20000 rupiah terakhir pasti ada di budi

Adi, Budi dan tuti masing-masing menyembunyikan uang 5000, 20000, 10000
Berarti ruang sampelnya 5000,20000,10000
-Berikut adalah ruang sampel dari uang tsb
jika ditulis maka ruang sampelnya adalah {(5000,10000,20000), (10000,5000,20000), (5000,20000,10000), (10000,20000,5000), (20000,5000,10000), (20000,10000,5000)}.

Jadi

Ruang 5000,10000,20000
1+(sama jumlah di ambil)1 = 2
2 +(2x jumlah di ambil) 4 = 6
3 +(4x jumlah diambil) 12 = 15
23
Sisa 1

Ruang 10000,5000,20000
1 + 2
2 + 2
3 + 12
22
Sisa 2

Ruang 5000,20000,10000
1 + 1
2 + 8
3 + 6
21
Sisa 3

Ruang 10000,20000,5000
1 + 2
2 + 8
3 + 3
19
Sisa 5

Ruang 20000,5000,10000
1 + 4
2 + 2
3 + 6
18
Sisa 6



Ruang 20000,10000,5000
1 + 4
2 + 4
3 + 3
17
Sisa 7

karena ada sisa tiga kelereng, maka titik sampel yang sesuai adalah (5000,20000,10000).
Menurut kelereng yang pertama diambil bahwa adi ambil 1
Budi ambil 2
Tuti ambil 3
Maka bisa di ketahui siapa yang membawa uang.

Intinya secara berurutan.

Missal titik sample yang keluar adalah.
(20000,5000,10000)
Berarti adi=20000
Budi=5000
Tuti=10000

Pesan : lebih baiknya agar tidak bingung sukarelawan yang disuruh maju harap berjajar.
Agar dapat diketahui mana dulu yang dibaca.




Amanat :

Banyaklah belajar matematika karena matematika itu adalh ilmu yang sangat bagus untuk dipelajari.karena banyak misteri yang ada didalamnya.
Janganlah benci pada pelajaran.dan rajin-rajinlah belajar dan berusaha.

Jumat, 05 Maret 2010

Sistem Peredaran Darah Part 2

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
SISTEM TRANSPORTASI/ PEREDARAN DARAH PADA MANUSIA

Transportasi ialah proses pengedaran berbagai zat yang diperlukan ke seluruh tubuh dan pengambilan zat-zat yang tidak diperlukan untuk dikeluarkan dari tubuh.
Alat transportasi pada manusia terutama adalah darah. Di dalam tubuh darah beredar dengan bantuan alat peredaran darah yaitu jantung dan pembuluh darah.
Selain peredaran darah, pada manusia terdapat juga peredaran limfe (getah bening) dan yang diedarkan melalui pembuluh limfe.
Pada hewan alat transpornya adalah cairan tubuh, dan pada hewan tingkat tinggi alat transportasinya adalah darah dan bagian-bagiannya. Alat peredaran darah adalah jantung dan pembuluh darah.

Fungsi sistem ini adalah menyediakan darah untuk melayani kebutuhan sel dan jaringan, mentranspor nutrien dan oksigen ke semua sel, mentranspor produk-produk yang tidak berguna serta mentranspor hormon dari bagian tubuh satu ke bagian tubuh lainnya.

Ada beberapa hal yang berperan dalam sistem peredaran darah :

1. jantung yang memompa darah
2. pembuluh darah sebagai ‘pipa’ penyalur darah
3. saraf yang mengatur
4. substansi kimia yang dapat mempengaruhi

Darah diedarkan ke seluruh tubuh oleh jantung. Darah dipompakan ke semua bagian tubuh oleh kontraksi otot jantung. Jantung berkontraksi untuk memompakan darah sepanjang hidup tanpa berhenti untuk kelangsungan hidup seseorang. Berhentinya jantung adalah salah satu tanda kematian seseorang.

Pembuluh darah terdiri dari arteri dan vena.

* Arteri. Arteri mengalirkan darah dari jantung ke seluruh tubuh. Di sini darah mengalir dengan cepat dan dengan tekanan tinggi. Oleh karena itu arteri mempunyai dinding yang kuat.
* Vena. Vena mengalirkan darah dari seluruh tubuh ke jantung. Karena tekanan di sini rendah, dinding vena tipis. Vena mempunyai kemampuan menampung darah sehingga dinding vena dapat meluas sesuai dengan kebutuhan tubuh.

Untuk menyesuaikan dengan keadaan tubuh, pembuluh darah dapat melebar dan menyempit yang biasa disebut dengan dilatasi (melebar) dan konstriksi (menyempit). Hal ini dapat terjadi Karena pada lapisan dinding pembuluh darah terdapat otot yang dapat berkontraksi dan ber-relaksasi.

Sistem saraf otonom mengatur pola peredaran darah. Pengaturan ini tidak dikendalikan oleh keinginan kita melainkan dapat berjalan secara otomatis sesuai dengan keadaan dan kebutuhan tubuh. Tekanan darah, kecepatan aliran darah dan jumlah denyut jantung per menit dapat diatur oleh sistem ini.

Zat kimia lain seperti hormon dan beberapa obat dapat mengatur peredaran darah. Misalnya adrenalin dapat meningkatkan denyut jantung. Contoh lainnya adalah kafein dalam kopi selain merangsang saraf pusat juga dapat meningkatkan denyut jantung.

Komponen dalam sistem peredaran darah adalah :

1. tekanan darah
2. denyut jantung
3. konstriksi dan dilatasi pembuluh darah
4. curah jantung
5. tahanan perifer
6. volume darah

1.2 TUJUAN
1. Memahami system peredaran darah pada kecebong.
2. Mengetahui perberbedaan antara pembuluh darah arteri dan vena berdasarkan kecepatan aliran darahnya.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

PEREDARAN DARAH PADA MANUSIA

Definisi

Jantung merupakan suatu organ otot berongga yang terletak di pusat dada. Bagian kanan dan kiri jantung masing masing memiliki ruang sebelah atas (atrium) yang mengumpulkan darah dan ruang sebelah bawah (ventrikel) yang mengeluarkan darah. Agar darah hanya mengalir dalam satu arah, maka ventrikel memiliki satu katup pada jalan masuk dan satu katup pada jalan keluar.

Fungsi Jantung

Fungsi utama jantung adalah menyediakan oksigen ke seluruh tubuh dan membersihkan tubuh dari hasil metabolisme (karbondioksida). Jantung melaksanakan fungsi tersebut dengan mengumpulkan darah yang kekurangan oksigen dari seluruh tubuh dan memompanya ke dalam paru-paru, dimana darah akan mengambil oksigen dan membuang karbondioksida; jantung kemudian mengumpulkan darah yang kaya oksigen dari paru-paru dan memompanya ke jaringan di seluruh tubuh.

Pada saat berdenyut, setiap ruang jantung mengendur dan terisi darah (disebut diastol); selanjutnya jantung berkontraksi dan memompa darah keluar dari ruang jantung disebut sistol). Kedua atrium mengendur dan berkontraksi secara bersamaan, dan kedua ventrikel juga mengendur dan berkontraksi secara bersamaan.

Darah yang kehabisan oksigen dan mengandung banyak karbondioksida dari seluruh tubuh mengalir melalui 2 vena besar (vena kava) menuju ke dalam atrium kanan. Setelah atrium kanan terisi darah, dia akan mendorong darah ke dalam ventrikel kanan.

Darah dari ventrikel kanan akan dipompa melalui katup pulmoner ke dalam arteri pulmonalis, menuju ke paru-paru. Darah akan mengalir melalui pembuluh yang sangat kecil (kapiler) yang mengelilingi kantong udara di paru-paru, menyerap oksigen dan melepaskan karbondioksida yang selanjutnya dihembuskan.

Darah yang kaya akan oksigen mengalir di dalam vena pulmonalis menuju ke atrium kiri. Peredaran darah diantara bagian kanan jantung, paru-paru dan atrium kiri disebut sirkulasi pulmoner.

Darah dalam atrium kiri akan didorong ke dalam ventrikel kiri, yang selanjutnya akan memompa darah yang kaya akan oksigen ini melewati katup aorta masuk ke dalam aorta (arteri terbesar dalam tubuh). Darah kaya oksigen ini disediakan untuk seluruh tubuh, kecuali paru-paru.

JANTUNG BAGIAN DALAM

Jantung bagian dalam

JANTUNG BAGIAN LUAR

Jantung bagian luar

Pasokan Darah ke Jantung

Otot jantung (miokardium) sendiri menerima sebagian dari sejumlah volume darah yang mengalir melalui atrium dan ventrikel suatu sistem arteri dan vena (sirkulasi koroner) menyediakan darah yang kaya akan oksigen untuk miokardium dan kemudian mengembalikan darah yang tidak mengandung oksigen ke dalam atrium kanan.

Arteri koroner kanan dan arteri koroner kiri merupakan cabang dari aorta; vena kardiak mengalirkan darah ke dalam sinurskoroner, yang akan mengembalikan darah ke dalam atrium kanan.

Sebagian besar darah mengalir ke dalam sirkulasi koroner pada saat jantung sedang mengendur diantara denyutnya (selama diastol ventrikuler).

1. Jantung

Jantung mempunyai empat ruang yang terbagi sempurna yaitu dua serambi (atrium) dan dua bilik (ventrikel) dan terletak di dalam rongga dada sebelah kiri di atas diafragma. Jantung terbungkus oleh kantong perikardium yang terdiri dari 2 lembar :
a. lamina panistalis di sebelah luar
b. lamina viseralis yang menempel pada dinding jantung

Jantung memiliki katup atrioventikuler (valvula bikuspidal) yang terdapat di antara serambi dan bilik jantung yang berfungsi mencegah aliran dari bilik keserambi selama sistol dan katup semilunaris (katup aorta dan pulmonalis) yang berfungsi mencegah aliran balik dari aorta dan arteri pulmonalis kiri ke bilik selama diastole.

Di dekat sel/jaringan terdapat suatu susunan kapiler yang merupakan ‘ujung’ dari arteri/vena. Di kapiler ini terjadi pertukaran cairan, zat makanan, elektrolit, hormon dan bahan lainnya dari pembuluh darah ke jaringan/sel dan sebaliknya dari jaringan/sel ke pembuluh darah.

Untuk menyesuaikan dengan keadaan tubuh, pembuluh darah dapat melebar dan menyempit yang biasa disebut dengan dilatasi (melebar) dan konstriksi (menyempit). Hal ini dapat terjadi Karena pada lapisan dinding pembuluh darah terdapat otot yang dapat berkontraksi dan ber-relaksasi.

Sistem saraf otonom mengatur pola peredaran darah. Pengaturan ini tidak dikendalikan oleh keinginan kita melainkan dapat berjalan secara otomatis sesuai dengan keadaan dan kebutuhan tubuh. Tekanan darah, kecepatan aliran darah dan jumlah denyut jantung per menit dapat diatur oleh sistem ini.

Zat kimia lain seperti hormon dan beberapa obat dapat mengatur peredaran darah. Misalnya adrenalin dapat meningkatkan denyut jantung. Contoh lainnya adalah kafein dalam kopi selain merangsang saraf pusat juga dapat meningkatkan denyut jantung.

PEMBULUH DARAH
Macam-macam pembuluh darah:
1. Arteri (pembuluh darah nadi), yaitu pembuluh darah yang membawa darah keluar dari jantung.
Terdiri dari:
a. Arteri pulmonalis
Merupakan pembuluh nadi yang membawa darah menuju paru-paru
b. Aorta
Merupakan pembuluh darah besar yang membawa darah menuju seluruh tubuh
Pada pangkal batang nadi terdapat klep berbentuk bulan sabit (Valvula semilunaris) yang berfungsi untuk menjaga aliran darah agar tetap searah

2. Vena (pembuluh darah balik), yaitu pembuluh darah yang membawa darah menuju ke jantung.
a. Vena Pulmonalis
yaitu pembuluh darah yang membawa darah dari paru-paru menuju ke jantung
b. Vena cava inferior
pembuluh darah yang membawa darah dari bagian bawah tubuh menuju jantung.
Vena cava superior
Yaitu pembuluh darah yang membawa darah dari bagian atas tubuh menuju ke jantung

3. Pembuluh darah kapiler
Pembuluh darah halus, yang langsung berhubungan dengan jaringan tubuh. Pada pembuluh darah kapiler terdapat hubungan antara pembuluh darah arteri dengan pembuluh darah vena.
Pembuluh darah kapiler tersusun atas satu lapis sel pipih satu lapisan.
Semua jaringan tubuh berhubungan langsung dengan kapiler darah, sehingga proses pertukaran menjadi lebih efisien.
Pertukaran material dalam pembuluh darah kapiler ke sel terjadi melalui mekanisme difusi, dan sistem transport aktif.
Aliran darah dalam kapiler lebih lambat sehingga memungkinkan proses pertukaran menjadi lebih efektif
a. Venule
Pembuluh darah kapiler dari vena
b. Arteriole
Pembuluh darah kapiler dari arteri
Perbedaan antara arteri dengan vena

Peredarah darah tertutup

Peredaran darah yang terjadi dimana darah mengalir hanya melalui pembuluh darah, tanpa pernah langsung menembus sel-sel atau jaringan tubuh.

Peredaran darah ganda
Sistem peredaran darah manusia disebut sistem peredaran darah ganda, sebab sekali darah berdar melintasi jantung sebanyak dua kali.
Sistem peredaran ini dibedakan menjadi:
1. Sistem peredaran darah kecil (sistem peredaran paru-paru)
Merupakan sistem peredaran yang membawa darah dari jantung ke paru-paru kembali lagi ke jantung. Pada peristiwa ini terjadi difusi gas di paru-paru, yang mengubah darah yang banyak mengandung CO2 dari jantung menjadi O2 setelah keluar dari paru-paru.
Mekanisme aliran darah sebagai berikut:
Ventrikel kanan jantung --> Arteri pulmonalis --> paru-paru --> vena pulmonalis -- atrium kiri jantung

2. Sistem peredaran darah besar (peredaran darah sistemik)
merupakan sistem peredaran darah yang membawa darah yang membawa darah dari jantung ke seluruh tubuh. Darah yang keluar dari jantung banyak mengandung oksigen.
mekanisme aliran darah sebagai berikut:
Ventrikel kiri --> aorta --> arteri superior dan inferior --> sel / jaringan tubuh --> vena cava inferior dan superior --> atrium kanan jantung

3. Sistem peredaran portal
Sistem peredaran darah yang menuju ke alat-alat pencernaan menuju ke hati, sebelum kembali ke jantung. pembuluh darah portal berwarna coklat karena banyak mengandung nutrient.

Sistem Peredaran Darah Part 1


BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Dalam hidupnya, organisme memerlukan makanan dan oksigen untuk melangsungkan metabolisme. Proses metabolisme, selain menghasilkan zat-zat yang berguna juga menghasilkan sampah (zat sisa) yang harus dikeluarkan dari tubuh. Bahan-bahan yang diperlukan tubuh seperti makanan,oksigen, hasil metabolisme dan sisanya diangkut dan diedarkan didalama tubuh melalui sistem peredaran darah. Hasil pencernaan makanan dan oksigen diangkut dan diedarkan oleh darah keseluruh jaringan tubuh, sementara sisa-sisa metabolisme diangkut oleh darah dari seluruh jaringan tubuh menuju organ-organ pembuangan.

A. KOMPONEN SISTEM PEREDARAN DARAH

I. DARAH

Pengertian darah

Darah adalah jaringan terspesialisasi yang mencakup cairan kekuningan atau plasma darah yang didalam nya terkandung sel-sel darah. Sel-sel darah terdiri dari sel darah merah ( eritrosit ), sel darah putih (leukosit ) dan keping darah ( trombosit ).

Komposisi plasma dalam darah sekitar 55 %, sedangkan sel-sel darah dan trombosit sekitar 45 % l.

Sel dan keping darah lebih berat dibandingkan plasma sehingga dapat di pisahkan melalui prosedur yang di sebut sentrifugasi. ( Marieb 2004; Solomonet al.2005 ).

Fungsi darah :

1. Mengangkut oksigen ke jaringan di seluruh tubuh
2. Mengangkut sari-sari makanan keseluruh tubuh
3. Mengangkut sisa-sisa metabolisme, seperti karbon dioksida, urea,dan asam laktat kealat ekskresi.
1. Mengedarkan hormon dari kelenjar hormon ketempat yang membutuhkan.
2. Mengatur pH tubuh, mengatur suhu tubuh, melawan bibit penyakit serta melakukan mekanisme pembekuan darah.
3. a. Plasma darah

Pada manusia, plasma darah mengandung sekitar 92 % air, 8 % protein,dan senyawa organik lainnya.selain itu juga garam anorganik, terutama Nacl.

1

Plasma darah berguna dalam pengaturan tekanan osmosis darah sehingga dengan sendirinya jumlah nya dalam tubuh akan diatur.

1. b. Sel-sel darah

Sel-sel darah adalah sel-sel yang hidup. Sel-sel darah tidak terbelah, melainkan langsung di ganti oleh sel-sel baru dari sum-sum tulang belakang.

Ada tiga macam sel-sel darah yaitu :

1. 1. Eritrosit ( Sel darah merah )

ـ Eritrosit berbentuk pipih dengan garis tengah 7,5cm, eritrosit cekung dibagian tengahnya ( bikonkaf ) dan tidak berinti. ( Istamar syamsuri,dkk.2006 ).

ـ Warna eritrosit tergantung pada hemoglobin. Hemoglobin berfungsi mengikat oksigen ( O2 ), jika hemoglobin mengikat O2, maka eritrosit akan berwarna merah, jika O2 telah di lepaskan maka warnanya menjadi merah kebiruan.

ـ Proses Pembentukan eritrosit di sebut eritropoiesis.

ـ Sel yang dapat membentuk eritrosit adalah hemositoblas ( sel batang mieloid ) yang mampu berkembang menjadi berbagai sel dara. Dalam keadaan normal, eritrosit bertahan selama rata-rata 120 hari. Saat sel menua, membran sel rapuh dan pecah. Eritrosit tua dimusnahkan diorgan limpa ( lien ) dan hati.

ـ Jumlah Eritrosit bervariasi, tergantung jenis kelamin, usia dan ketinggian tempat tinggal seseorang. Konsentrasi eritrosit pada laki-laki normal adalah : 5,1-5,8 juta permililiter kubik darah, dan pada wanita normal 4,3-5,2 juta permililieter kubik darah.

1. 2. Leukosit ( sel darah Putih)

- Terdapat enam jenis leukosit dalam darah yaitu neutrofil, eosinofil, basofil monosit, limfosit dan sel plasma. Neotrofil, eosinofil, dan basofil memiliki granula-granula sehingga sering disebut granulosit. Sedangkan limfosit dan monosit di sebut agranulasit ( tidak bergranula ).

- Bahan-bahan yang di perlukan untuk membentuk leukosit adalah uitamin dan asam amino seperti hal nya sel-sel lainnya.

- Orang dewasa memiliki sekitar 4.800-10.800 leukosit permililiter kubik darah, terdiri dari 62% neutrofil, 2.3% eosinofil, 0,4 % basofil, 5,3 % monosit, dan 30 % limfosit.

- Masa hidup leukosit berbeda-beda, granulosit sekitar 12 jam, monosit sulit dinilai karena selalu mengembara, tetapi diduga selama beberapa minggu atau bulan, limsofit umumnya bertahun selama 100-300 hari.

1. 3. Trombosit ( keping-keping darah )

ـ Trombosit berguna untuk menggumpalkan darah

ـ

2

Keping darah berbentuk cakram dan tidak berinti

ـ Masa hidup trombosit sekitar 8-10 hari, setelah itu keping darah akan dibawah kelimpa untuk di hancurkan.

ـ Jumlah keping darah adalah 150 ribu 0 400 ribu per mm3 darah.

1. c. Mekanisme Penggumpalan Darah

Pembekuan darah terjadi dalam tiga tahap yaitu :

1. Jaringan luka papar ke darah, trombosit akan menempel ke kologen jaringan dan mengeluarkan zat-zat yang membuat trombosit saling berdekatan dan menempel.
2. Trombosit akan membentuk sumbat yang memberi perlindungan darurat sehingga terjadi kehilangan darah.
3. Pembentukan benang-benang fibrin.

ـ Faktor penggumpalan darah dari trombosit bercampur dengan faktor penggumpalan darah dari plasma darah.

ـ Tronbin akan mengkatalisis perubahan nibrinogan menjadi benang-benang fibrin.

1. d. Penggolongan darah
1. Aglutinogen adalah antigen-antigen dalam eritrosit yang membuat sel peka terhadap penggumpalan darah ( aglutinasi ).
2. Aglutinin adalah substansi yang menyebabkan aglutinansi sel misalnya anti bodi. Dr.karl landsteiner seorang ahli imunologi dan patologi berkebangsaan Autria ( 1868-1943 ), dan Julius Donath adalah penemu perbedaan antigean dan antibodi dalam sel darah manusia.
1. Golongan darah sistem A B O

Dalam sistem ini darah digolongkan dalam 4 macam yaitu : A, B, AB,dan O.Apabila pada sel darah merah seorang tidak terdapat anglutinogen A atau pun B maka darah di golongkan O, jika hanya terdapat anglutinogen A darah di golongkan A, dan jika hanya terdapat anglutinogen B darah di golongkan B, dan jika terdapat anglutinogen A dan B darah digolongkan AB.

1. Golongan darah sistem Rhesus.

Golongan darah sistem Rhesus didasarkan atas ada dan tidaknya anglutinogen Rhesus ( Rh ) yang disebut juga faktor Rhesus.

1. e. Transfusi darah

3

Pada Transfusi darah orang yang menerima darah disebut resipien pada pemberi darah disebut donor. Sel darah yang diberikan kepada resipien adalah senyawa protein.

Pada umumnya Transfusi dilakukan pada orang dalam kondisi :

ـ Orang mengalami kecelakaan

ـ Tubuh terbakar.

ـ Orang yang kekurangan darah akut

ـ Orang yang mengidap penyakit kronis.

1. II. PEMBULUH DARAH

Pada abad ke 17 seorang ahli fisiologi dari inggris, ya’ni William Harvey ( 1578 – 1657 ), dari hasil percobaannya dan berbagai percobaan ahli lain ditemukanlah pembuluh balik ( vena ).

Tiga puluh tahun kemudian seorang ahli anatomi italia Marcello Malpighi. Berhasil menemukan pembuluh darah kapiller.

1. a. Pembuluh Nadi ( Arteri )

Pembuluh nadi adalah pembuluh yang membawah darah dari jantung dan umumnya mengandung banyak oksigen.

Pada saat jantung berkontraksi ( sisto ) darah akan keluar dari bilik menuju pembuluh nadi.

Pembuluh ini tebal, elastis, dan memiliki sebuah kutup ( Valvula semilunris ) yang berada terdapat diluar jantung.

Ada dua pembuluh nadi yang dilewati darah yaitu :

1. Pembuluh nadi besar ( aorta ).

Aorta adalah pembuluh yang dilewati darah dari bilik kiri jantung menuju keseluruh tubuh.

1. Pembuluh nadi paru-paru ( arteri palmonalis ).

Pembuluh nadi paru-paru adalah pembuluh yang dilewati darah dari bilik kanan menuju paru-paru ( pulmo ).

1. b. Pembuluh Balik ( Vena )

Pembuluh balik adalah : Pembuluh yang membawa darah kembali kejantung, yang umumnya mengandung karbondioksida.

Pada saat jantung berelaksasi ( Diastol ), darah dari tubuh dan paru-paru akan masuk ke jantung melalalui vena.

Vena diselubungi oleh otot rangka dan memiliki sebuah katup yaitu Valvula Semilunaris.

Pembuluh balik yang masuk ke jantung adalah sebagai berikut :

1.

4

Vena Kava

Vena kava bercabang-cabang menjadi pembulu yang lebih kecil yaitu vena. Ada dua macam vena kava, yaitu vena kava superior dan vena kava inferior.

ـ Vena kava superior

Vena ini membawa darah yang mengandung CO2 dari bagian atas tubuh ( kepala, leher, keserambi kanan jantung.

ـ Vena kava inferior

Vena ini membawa darah yang mengandung CO2 dari bagian tubuh lainnya dan anggota badan bawah tubuh keserambi kanan jantung.

1. Vena Pulmonalis

Vena ini membawa darah yang mengandung O2 dari paru-paru keserambi kiri jantung.

1. III. JANTUNG.

Jantung terletak didalam rongga dada serta terbungkus oleh Parikardia. Parikardia terdiri dari dua lapis yaitu :

ـ Lamina pariestalis ( sebelah luar ), dan

ـ Lamina viseralis ( menempel di dinding jantung. )

Diantara kedua lapis tersebut terdapat kavum parikardia yang berisi cairan pirikardia.

Jantung terdiri dari 4 ruang yaitu : dua serambi ( atrium ) dan dua bilik (ventrikel).

Jantung dibentuk terutama oleh tiga jenis otot jantung ( miokardia ) yaitu, otot serambi, otot bilik , serta serabut otot perangsang dan pengantar khusus.

Detak Jantung

Detak jantung setiap orang berbeda-beda tergantung pada usia, berat badan, jenis kelamin, kesehatan, dan aktifitas seorang. Pada saat duduk, denyut nadi seseorang 72 permenit. Tetapi pada saat berdiri denyut nadi mencapai 83 permenit.

Pada anak-anak, denyut nadi nya lebi cepat dibandingkan orang dewasa. Orang terkejut denyut nadinya menjadi lebih cepat. ( Istamar Syamsuri,dkk:2006 )

1. B. PEREDARAN DARAH MANUSIA.

Ada dua macam peredaran darah dalam tubuh manusia yaitu :

1. Peredaran darah kecil.

5

Adalah peredaran darah dibilik kanan jantung menuju paru-paru melewati arteri pulmonalis dan kembali ke serambi kiri jantung melewati vena pulmonalis.

1.

5

Peredaran darah besar

Adalah peredaran darah dari bilik kiri jantung ke seluruh tubuh melalui aorta dan akhirnya kembali ke serambi kanan jantung melalui vena kava.

Oleh karena pada manusia terdapat kedua macam peredaran darah tersebut, maka manusia di katakan memiliki peredaran darah ganda.

1. C. KELAINAN DAN GANGGUAN PADA SISTEM PEREDARAN DARAH.

Kelainan atau gangguan pada sistem peredaran darah antara lain :

1. Anemia ( Kurang Darah ).

Dikarenakan kurangnya darah Hb atau kurangnya jumlah eritrosit dalam darah.

1. Varisis,adalah pelebaran pembuluh darah di betis.
2. Hemoroid ( Ambien ), Adalah perebaran pembuluh darah disekitar dubur (anus).
3. Arterios klerosis, ialah pengerasan pembuluh nadi karena timbunan atau endapan kapur.
4. Atherosklerosis, ialah pengerasan pembuluh nadi karena endapan lemak.
5. Embolus, ialah tersumbatnya pembuluh darah karena benda yang bergerak.
6. Trombus, ialah tersumbatnya pembuluh darah karena bendah yang tidak bergerak.
7. Hemofilia, ialah kelainan darah sukar membeku karena faktor hereditas atau keturunan.
8. Leukimia ( kangker darah ) ialah bertambahnya leukosit secara tak terkendali.
9. Penyakit kuning pada bayi ( eritroblastosis Fetalis ), adalah merusaknya eritrosit bayi atau janin akibat aglutinasi dari antibodi ibu, apabila ibu bergolongan darah Rh- dan embrio Rh+.

1. D. TEKNOLOGI PADA SISTEM PEREDARAN DARAH.

1. Ekokardiograf ( Echocardiography, ECG )

ECG berguna untuk mendiagnosis penyakit dan gangguan pada tutup jantung, penyakit jantung bawaan, gagal jantung, tumor di jantung, dan gangguan fungsi Ventrikel kiri.

1.

6

Pemindaian dengan bahan radio aktif.

Metode ini digunakan untuk memeriksa rasa nyeri dada atau memastikan hasil uji dari penggunaan metode lain, dan memeriksa hasil terapi jantung atau operasi bypass.

1. Angioplasti.

Cara ini dilakukan untuk membuka aliran darah pada pembuluh darah yang tersumbat oleh plak ( timbunan lemak ).

1. Operasi bypass jantung.

Operasi bypass sering kali dilakukan terhadap pasien yang menderita penyumbatan pembuluh darah orteri jantung.

1. E. SISTEM PEREDARAN DARAH HEWAN

Pada hewan tingkat tinggi ( ber sel banyak ) terdapat dua sistem peredaran darah, yaitu :

1. Sistem Peredaran darah terbuka adalah :

Peredaran atau distribusi darah keseluruh tubuh ( jaringan ) yang tidak selalu melewati pembuluh darah.

Kadang darah secara langsung menuju jaringan tubuh tanpa melalui pembuluh.

1. Sistem Peredaran darah tertutup

Adalah sirkulasi darah keseluruh tubuh melalui pembuluh-pembuluh darah pada sistem ini, darah diedarkan melewati arteri dan kembali kejantung melewati vena.

7

7

BAB II

KESIMPULAN

Sistem peredaran darah manusia terdiri atas darah, pembuluh darah,serta jantung. Dan darah manusia terdiri dari plasma darah dan sel-sel darah, yaitu sel darah merah ( eritrosit ), sel darah putih ( leukosit ) dan keping darah, ( trombosit ).

Didalam sel darah merah terdapat pigmen protein pengikat oksigen dan karbondioksida, yaitu hemoglobin.

Sel darah putih terdiri dari loukesit gronulosit ( Netrofil, eosinofil, basofil )dan leukosit agranulosit ( monosit, limfosit ).

Trombosit berfungsi membekukan darah. Didalam serum terdapat antibody ( kekebalan ).

Pembuluh darah meliputi pembuluh nadi dan pembuluh balik. Perbedaan darah manusia tergolong peredaran tertutup dan gandah.

8

DAFTAR PUSTAKA

1. DA. Pratiwi, Sri maryati, Srikini, Suharno, dan Bambang S.

Penerbit : Erlangga 2006. Biologi untuk SMA Kelas XI.Jilid 2 Jakarta. Penerbit Erlangga.

1. Istamar Syamsuri, dkk.2006.Biologi untuk SMP Kelas VIII

Jilid 2. Jakarta : Penerbit Erlangga.

oooOOOOOooooo

Kamis, 04 Maret 2010

Apakah Anda Berbohong


Trik sulap ini pernah dimainkan oleh salah seorang mentalist besar Indonesia yaitu Deddy Corbuzier. Permainan ini bisa dikategorikan street magic atau dapat dilakukan di atas stage dengan kategori math’s logic mentalistm. Ternyata setelah diperhatikan secara seksama, permainan ini hanya sebuah permainan logika sederhana, tetapi dapat menimbulkan tepuk tangan meriah dari penonton .


Effect :
Anda dapat menebak dimana cincin yang dipegang/disembunyikan oleh dua orang penonton yang terlebih dahulu memilih sifat bohong atau jujur.


Alat :
- Cincin


Performance :


1. Pertama, anda memanggil dua orang penonton atau dua orang yang Anda ditemui di jalan.

2. Kemudian, katakan bahwa Anda akan memberikan sebuah cincin kepada mereka dan terserah siapa yang akan memegangnya. Katakan pula bahwa mereka dapat memilih sifat jujur atau bohong tanpa sepengetahuan Anda dan mereka dapat saling berdiskusi sebelumnya agar saling mengetahui satu sama lain tentang sifat yang mereka pilih.

3. Setelah mereka berdiskusi , panggil orang pertama dan tanyakan kepadanya “ Apakah anda memiliki sifat yang sama ?” misalkan orang pertama mengatakan “Tidak sama”. Setelah itu bertanyalah pada orang kedua “Apakah Anda yang memegang cincinnya ?” Misalkan orang kedua mengatakan “Tidak”. Dengan sedikit berakting, Anda melihat kedua bola matanya dengan seksama dan gerak-gerik tubuhnya. Kemudian dengan senyuman Anda berkata “Saya tahu Anda berbohong, ayo berikan cincinnya”. Dan setelah itu nikmatilah tepuk tangan penonton orang di sekitar anda.

4. Sebagai tambahan di akhir pertunjukan, katakan bahwa memang setiap orang dapat berbohong tetapi hati nurani mereka tidak dapat berbohong karena hal tersebut dapat tergambar dari tingkah laku mereka.


Rahasia :

Sebenarnya ini cuma permainan logika matematika biasa. Memang ketika melihat secara sepintas pasti akan terlihat bahwa dengan kemampuan mentalistm, kita dapat mengatahui apakah orang tersebut berbohong atau tidak. Caranya sangat mudah.
Pada contoh di atas, orang pertama menjawab “tidak sama”. Jika dia menjawab seperti itu maka otomatis orang kedua pasti memilih sifat bohong, walaupun orang pertama memilih sifat jujur atau sifat bohong. Logikanya seperti ini, jika orang pertama menjawab “tidak sama”, dan memilih sifat jujur berarti orang kedua memilih sifat bohong karena dia telah berkata jujur bahwa sifat mereka tidak sama. Jika orang pertama memilih sifat bohong berarti orang kedua pasti memilih sifat bohong karena dia telah berbohong bahwa mereka berdua memiliki sifat yang sama, yaitu “bohong”. Sama halnya ketika orang pertama menjawab “sama”. Untuk lebih mudahnya perhatikan tabel berikut :



Makna permainan :

Setiap orang ketika menghadapi suatu hal, maka mereka bisa saja memilih apakah mereka ingin berlaku jujur atau berbohong. Tetapi hati nurani ini tidak akan bisa membohongi diri kita sendiri karena hati nurani ini akan selalu berkata jujur. Oleh karena itu biasakanlah berkata jujur, karena sepandai-pandainya orang berbohong pasti akan terbongkar sebab hal tersebut akan terlihat dari tingkah laku kita.
Selamat mencoba........

Selasa, 02 Maret 2010

PENDULUM CHEVREUL


Chevreul adalah ahli kimia terkenal dan Direktur Natural History Museum di Paris. Dia mengembangkaneksperimen sederhana yang dijelaskan di bawah ini untuk memperlihatkan bagaimana pikiran bawah sadar bisa dipakai tanpa disadari.

Anda hanya memerlukan seutas benang sepanjang 20 cm , sebuah benda kecil yang dapat digunakan sebagai bandul (cincin,dsb.) , dan juga secarik kertas.

Ikat salah satu ujung benang dengan benda tersebut dan ujung lain dipegang dengan ibu jari dan telunjuk anda. Di selembar kertas, gambarlah garis lurus sepanjang ± 15 cm. Pegang salah satu ujung benang sehingga benda tergantung langsung di atas garis lurus di ketinggian sekitar 3 cm. Konsentrasilah dan tunggu beberapa saat…

Apakah anda melihat perubahan ? apakah anda melihat pendulum mulai berayun ke arah garis itu ? Jika anda belum berhasil, teruslah berusaha. Anda harus sungguh-sungguh berkonsentrasi pada garis itu. Sebagai konsekuensinya, anda akan memasuki kondisi trance hipnotis ringan, menutup stimuli eksternal, dan memfokuskan seluruh perhatian anda pada garis tersebut. Gerakan otot bawah sadar yang dikontrol oleh pikiran bawah sadar menghasilkan gerakan pada pendulum.

Kalau anda sudah berhasil membuat pendulum berayun di bawah control bawah sadar, putarlah lembar kertas itu agar garis berada pada sudut 90˚ dari posisi semula (Jika anda meletakkan garis secara horizontal, putarlah kertas agar garis menjadi vertical ). Pada akhirnya, anda akan melihat perubahan arah pendulum mengikuti garis lagi.

Sekarang gambar garis kedua melintangi garis yang pertama sehingga membentuk salib. Ulangi eksperimen, sekarang anda seharusnya melihat pendulum berayun ke garis yang menjadi pusat konsentrasi anda.

Di kertas lain, gambar sebuah lingkaran dan perhatikan apakah anda bias membuat pendulum mengikuti lingkaran di bawah control bawah sadar.

Ini adalah demonstrasi sederhana, namun kuat dari aksi pikiran bawah sadar. Hal itu jelas menunjukkan betapa pikiran bawah sadar dapat mempengaruhi perilaku kita tanpa kita sadari.

Carilah sukarelawan dan ulangi eksperimen seperti tadi. Biarkan sukarelawan yang memegang pendulum dan bukan anda. Gunakan selembar kertas dengan garis silang dan tanyakan pada sukarelawan anda garis mana yang akan diikuti. Ketika itu terbukti berhasil, katakan pada sukarelawan kalau pendulum akan berayun ke garis lain. Ketika berhasil, katakana pada sukarelawan kalau pendulum berayun dalam lingkaran, beri sugesti kalau ayunan itu akan melambat dan kemudian berhenti.

Di sini kita telah memperlihatkan kekuatan sugesti, kemampuan menanamkan ide dalam pikiran bawah sadar seseorang. Ini adalah kemampuan natural, yang kita semua miliki, ini adalah kokmponen utama dalam melakukan hypnosis.

Jika anda telah berhasil dalam eksperimen ini, saya ucapkan, “Selamat, anda telah berhasil mengendalikan kekuatan pikiran anda !”

Minggu, 28 Februari 2010

SEJARAH HIPNOSIS





Sejarah hipnosis, berawal dari penggalian budaya masa lalu, baikm itu budaya Yunani, Mesir kuno, maupun budaya yang lain. Fenomena penyembuhan seseorang dengan musik atau mantra tertentu adalah bagian dari fenomena hipnosis. Jika kita menilik lebih jauh, awal mula fenomena hipnosis dan budaya Indonesia pada dasarnya memiliki prinsip yang sama. Budaya kita sangat kaya akan fenomena-fenomena hipnosis dengan segala kekhasan etnik budayanya.

Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa penggalian keilmiahan h ipnosis Barat ternyata berawal dari pengembangan teknik dan teori fenomena-fenomena hipnosis atau yang disebut dengan "sentuhan Bangsawan" (Royal Touch).


• Bapak hipnosis, yang kali pertama mengembangkan hipnosis adalah Franz Anton Mezmer (1734-1815). Namun, saat itu hipnosis lebih dikenal dengan istilah magnetisme, teknik mdan teori yang dikembangkan pun berbeda dengan hipnosis yang dipelajari saat ini. Ia beranggapan bahwa tubuh surgawi memberi makan tubuh manusia melalui magnet. Ia berkeyakinan bahwa magnet mampu mengobati berbagai penyakit.
Mezmer memulai perjalanannya saat mengamati para rohaniawan Jesiut, Father Hell, di Paris yang berhasil dalam menyembuhkan orang-orang sakit dengan mengetuk pelan sebuah salib besi ke kepala mereka.
Dari hal itu, Mezmer mengembangkan teori Animal Magnetism. Ia percaya bahwa di setiap tubuh manusia terdapat fluidium magnetis. Ketika cairan tersebut mengalir lancar, segala hal di tubuh berlangsung secara sempurna. Tubuh tidak berjalan sempurna karena aliran fluidium magnetis di tubuh terhalang. Mezmer menjalankan lempengan logam melalui tubuh pasien guna melancarkan aliran cairan tersebut.
Ia meminta French Academy of Medicine untuk mempelajari metodenya. Kemudian ditunjuklah The Royal Commision, yang diketuai oleh Benjamin Franklin, untuk melakukan penyalidikan terhadap metode Mezmer.
Namun, komisi tersebut menemukan fakta bahwa ternyata magnet tidak memberikan efek apa pun. Dan menurut komisi tersebut, kesembuhan yang terjadi hanya didasarkan pada imajinasi. Mezmer hanya membangkitkan imajinasi pasien dan membuat pasien tersebut suggestible. Akhirnya Mezmer didiskreditkan pada 1784.


• Marquis de Puysegur (1781-1825) adalah salah seorang pengikut Mezmer. Ketika menerapkan metode yang digunakan Mezmer pada seorang pengembala berusia 24 tahun, ia menemukan suatu fenomena yang tidak diketahui sebelumnya oleh Mezmer. Ia mendapati bahwa subjek yang dipengaruhi magnet tidak hanya mengalami fenomena yang tidak awam, tetapi juga tertidur lelap.
Pada kondisi itu, subjek tidak bisa membuka mata dan berbicara dengan kurang jelas, tetapi bertingkah seolah-olah sadar. Puysegur menyebut kondisi itu sebagai "artificial somnammbulism".

• Sementar itu, Joseph Philipe Francoiz Deleuze (1753-1835) menemukan teori bahwa sugesti yang diberiakn kepada subjek selama dalam kondisi trance terus terbawa hingga saat subjek tersadar.

• Dan yang pertama kali menggunakan kata hipnosis adalah James Braid (1796-1860). Kata hipnosis berasal dari bahasa Yunani, yaitu "hypnos" yang berarti tidur. Kemudian, ia mencoba memberi nama baru yaitu "monodeism". Namun, akhirnya ia menjadi ragu akan teorinya sendiri bahwa hal tersebut salah satu bentuk tidur.

• James Esdaile (1808-1859) adalah seorang dokter bedah yang mempelajari Mezmerism ketika ia berada di India. Kemudian, ia menulis buku Mezmerism in India. Ia menggunakan cara yang mirip dengan Mezmer, yaitu menyapukan tangannya di atas tubuh pasien, dari kepala sampai kaki terus-menerus untuk menginduksi/menghipnosis.
Esdaile bekerja di sebuah penjara di India dan melakukan lebih dari 3000 operasi tanpa menggunakan obat bius. Umumnya, operasi dengan cara itu akan mengakibatkan 50% dari pasien meninggal. Esdaile mel;atih serangkaian metode tertentu kepada para asistennya. Dengan metode tersebut, laju kematian dapat ditekan hingga hanya menjadi 5%.

• Jean Martin Charcot (1852-1893), seorang neurologist di Prancis, memberikan hipnosis pada 12 wanita yang mengalami histeria. Saat hipnosis, para pasien dapat berjalan dan melakukan banyak hal lainnya, tetapi dalam kondisi normal, mereka kelihangan kemampuan tersebut. Chacot menginduksi pasien dengan cara Eye Fixation. Dia juga telah mengkategorikan hypnotic trance ke dalam beberapa level.



Semoga informasi yang saya buat ini dapat menambah wawasan kita semua dalam mempelajari hipnosis.

Wolf Moon

Wolf Pictures, Images and Photos

Author

Wolf

Wolf Pictures, Images and Photos

Twitter

 

translator Google

Followers

Pengunjung Ku

Jadwal sholat

Mangekyou sharingan

Rotate Sharingan Pictures, Images and Photos

Categories

ALL MAGICIAN Copyright © 2009 DarkfolioZ is Designed by Bie Blogger Template for Ipietoon
In Collaboration With fifa